-----------------------------------------------------------------------------------
I. Adakah Jaminan Keselamatan Bagi
Orang Islam? (1)
-----------------------------------------------------------------------------------
Ibarat seorang atlit yang
berpacu dengan waktu untuk sampai tujuan, demikianlah kehidupan manusia di
dunia ini. Kita sedang berpacu
dengan waktu, untuk mencapai garis finish kehidupan kita.(2)
Sebagai seorang atlit profesional, tentu mengetahui
hal-hal apa saja yang harus persiapkan sebelum mengikuti pertandingan.
Misalnya: Berlatih keras, pola makan yang sehat, istirahat yang cukup, dll.
Bila semua ini telah dilakukan dengan baik, maka ada “jaminan” si atlit akan
pulang membawa piala.(3)
Bagaimana dengan kita, sudahkah kita mempunyai
“jaminan” sebagai “pemenang” ketika tiba di garis akhir kita?(4)
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
(1)Jaminan keselamatan bagi Orang Islam (Muslim), adalah
sangat jelas dan pasti sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an pada ayat berikut
:
مَن يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِيناً فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي
الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ -
(Qs.3:85) “Barang Siapa yang mencari bukan Islam
sebagai Agamanya, maka tiada diterima daripadanya, dan di hari akhirat, dia
termasuk golongan orang-orang yang merugi”.
(whoever desires other than Islam as religion, never will
it be accepted from him, and he, in the Hereafter, will be among the losers ).
Artinya,
justru orang-orang yang memilih Agama “bukan-Islam” itulah yang tidak punya
jaminan keselamatan di hari penghakiman nanti. Mereka merugi. Ayat tersebut sudah cukup menjadi jawaban atas pernyataan
yang sengaja anda kemukakan seolah bertujuan membuat keraguan dan menyudutkan
kaum Muslim. Jangan sampai Allah Swt, menutup hati anda sebelum taubat. Jika
ajal datang sebelum anda Taubat (dengan menarik judul itu), maka anda
dinyatakan kafir dalam menurut Islam. Taubatlah sebelum ajal datang.
Sengaja
ayat ini diterjemahkan dalam dua bahasa, untuk menunjukkan bahwa terjemahan itu
bukanlah ayat aslinya, tetapi hanya terjemahan kedalam bahasa sendiri
(Indonesia/Inggris atau lainnya). Nah sekarang kami balik tanya nih, Apakah
dalam Kitab suci anda, terdapat ayat dengan susunan kalimat dalam bahasa
asalnya, yang memberikan “jaminan keselamatan”, seperti disebutkan pada ayat Qur’an
tersebut di atas ?? Ingat !! harus dicantumkan kalimat asli dalam bahasa
asalnya. Bukan sekedar dalam terjemahan Bahasa Indonesia, atau Bahasa Inggeris.
Terjemahan bisa saja menimbulkan kesalahan, sebagai akibat kemungkinan ketidaksesuaian
dengan bahasa aslinya.
(2)Anda membuat paragraf yang
dikaitkan dengan waktu, bahwa kita berpacu dengan waktu untuk mencapai garis
finish kehidupan kita. Oleh karena itu perlu disampaikan ayat berikut supaya
anda ketahui:
- إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ -- إِلَّا
الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُواالصَّالِحَاتِ
وَتَوَاصَوْا
بِالْحَقِّوَتَوَاصَوْابِالصَّبْرِ
(Qs.103:(2-3) ”Sesungguhnya
semua manusia itu dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, dan beramal
shalih, serta saling berwasiat dengan kebenaran dan kesabaran”.
Ada tiga kriteria disebutkan
pada ayat itu secara ringkas, supaya seseorang dapat dikategorikan tidak merugi
dalam mengarungi kehidupan dunianya. Salah satunya, yaitu “saling berwasiat
dengan kebenaran dan kesabaran”.
Di bumi NKRI ini mungkin
kelompok anda telah mengamalkan kriteria ketiga ini. Tetapi dua kriteria
lainnya yaitu, “beriman” dan “beramal shalih” diyakini belum anda amalkan
menurut kriteria Islam. Karena belum ada pembuktian di hadapan Allah Swt., yang
disaksikan oleh kaum Muslimin. Apakah anda telah beriman sesuai rukun Iman
Islam?? Dilain pihak anda bahkan melakukan HOAX. Jadi anda termasuk kelompok
manusia yang merugi.
(3)Adapun “Ibarat” atau
“perumpamaan” yang anda buat tentang Atlit, adalah sangat tidak tepat. Alias
tidak pas. Pada kenyataannya tidak semua atlit yang ikut berlomba dapat
berhasil membawa pulang piala, karena banyak saingan di sekitarnya.
Sesungguhnya
Kegiatan yang dilakukan seorang Atlit hanya bagian kecil dari kehidupan manusia
di dunia ini. Janganlah anda membuat “ibarat / perumpamaan” yang konyol seperti
ini.
(4)“Pemenang” dalam ajaran Islam
adalah orang yang mengarungi kehidupan dunia dengan penuh perjuangan dan tidak
menyia-nyiakan waktu.
Mereka
beriman kepada Allah, dan atas dasar imannya ia beramal shalih, dan tetap
melaksanakan Shalat, BerSedekah, berzakat, sesuai kemampuannya serta giat
berusaha melaksanakan rukun Islam lainnya. Mereka adalah orang-orang yang beruntung. Mereka bersaksi bahwa Tidak ada
Tuhan yang patut disembah selain Allah Swt. Bahwa Allah itu berdiri Sendiri,
Ahad, Tidak beranak, tidak diperanakkan, dan tidak ada yang menyerupai DIA.
Karena itulah usaha perjuangan hidup mereka akan diberi balasan setimpal.
Balasan itu dikenal dengan istilah bahasa Indonesia IJAZAH. Yang kata dasarnya
dari bahasa Arab. Jazaa’un. Kalau menggunakan kata hari-hari: PAHALA. (Hal
demikian tidaklah sama dengan sekedar “pemenang” dalam lomba atletik).